Senin, 22 Desember 2014

Penilaian Portofolio



Penilaian Portofolio
A.    Latar Belakang
1.      Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan 
Pasal 22 ayat 1 menyatakan bahwa penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. 
2.      Permendiknas No 41 Tahun 2007 Standar Proses 
Lampiran IV tentang penilaian hasil pembelajaran menyatakan bahwa penilaian dilakukan secara konsisten,sistenatik,terprogram dengan menggunakan tes dan non tes yang salah satunya adalah portofolio. 
Guru belum terbiasa menggunakan portofolio untuk penilaian karena belum memahami manfaat penilaian portofolio,prinsip,mekanisme dan prosedur,perangkat portofolio untuk penilaian,pengolahan dan pelaporan hasil.
B.     Tujuan
Memberikan acuan bagi guru dalam mengembangkan portofolio untuk penilaian sebagai salah satu alternatif penilaian pembelajaran atau penilaian pencapaian kompetensi siswa.
C.     Unsur yang terlibat
1.      Kepala sekolah 
2.      Tim pengembang kurikulum (TPK) sekolah 
3.      Guru/Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
D.    Pengertian dan konsep
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik,sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan oleh guru atau peserta didik bersama guru,sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar,atau mencapai kompetensi yang ditentukan oleh kurikulum.
E.     Jenis karya siswa
1.      Hasil proyek,penyelidikan atau praktik siswa 
2.      Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa 
3.      Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan 
4.      Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah
 5.      Laporan hasil penyelidikan
6.      Penyelesaian soal-soal terbuka 
7.      Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas 
8.      Laporan kerja kelompok
 9.      Hasil kerja siswa
F.      Langkah-langkah penggunaan portofolio
1.      Menentukan maksud portofolio 
2.      Menentukan aspek isi yang dinilai 
3.      Menentukan bentuk,susunan atau organisasi portofolio 
4.      Menentukan penggunaan portofolio
5.      Menentukan cara menilai portofolio  
6.      Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik
G.    Bentuk portofolio
1.      Portofolio proses 
2.      Portofolio produk 
3.      Portofolio ideal 
4.      Portofolio penampilan 
5.      Portofolio dokumentasi 
6.      Portofolio evaluasi  
7.      Portofolio kelas
H.    Persiapan yang diperlukan oleh guru
1.      Menentukan maksud portofolio 
2.      Menyesuaikan tugas dengan kurikulum 
3.      Menentukan indikasi 
4.      Menentukan format portofolio
 5.      Pembatasan kuantitas 
6.      Menentukan rubrik
I.       Contoh portofolio
  ·            Contoh tugas untuk membuat portofolio perkembangan atau kemajuan belajar
Tuliskan uraian tentang kemajuan kemampuanmu menulis cerita/makalah/laporan (salah satu),selama satu semester terakhir,dengan menceritakan cara menulis draf awal,cara memperbaiki draf itu,kritikmu atas draf awalmu,dan penilaianmu atas kemajuan atau perkembangan kemampuanmu itu.
J.       Contoh pedoman penskoran
Pedoman penskoran hasil penyelidikan
1.      Bukti terjadinya proses berpikir 
 ·            Apakah siswa telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam   setiap  satuan itu? 
 ·            Apakah siswa telah berusaha membuat dugaan,menjelajah,menganalisis,mencari pola,dsb?       ·            Apakah siswa telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?  
 ·            Apakah siswa telah menggunakan alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya? 
[Besarnya skor ama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi.jadi,skor yang mungkin:0,1,2,3,4]
K.    Hambatan penilaian portofolio
Ada beberapa hambatan dalam penilaian portofolio di sekolah. Hambatan- hambatan tersebut dapat terjadi dalam kondisi-kondisi, antara lain sebagai berikut:   
a)        Apabila  guru  memiliki  kecenderungan untuk  memperlihatkan hanya pencapaian akhir. Jika  hal  ini  terjadi, berarti proses tidak mendapat"' perhatian sewajarnya. Dengan demikian, siswapun akan hanya berorientasi   pada pencapaian akhir semata dengan kecenderungan melakukan berbagai upaya dan strategi dan bahkan mungkin dengan menghalalkan segala  cara. Dengan  demikian, penggunaan penilaian portofolio dalam hal ini tidak dapat mengubah sikap dan perilaku siswa, yang sebenarnya   diharapkan dapat terjadi  dengan menjalani dan, mengalami proses pcmbelajarannya. 
b)        Apabila guru dari siswa terjebak dalam suasana  hubungan  ‘top-down’. Jika kondisi ini terwujud, maka inisiatif dan kreativitas siswa akan hilang. Pada akhirnya siswa hanya menjadi manusia penurun dan mengikuti perintah. Suasana pembelajaran akan tidak bergairah. Segala sesuatu yang berlangsung dalam kelas akan sangat bergantung kepada guru. Pada akhirnya, pendidikan sekolah hanya akan menghasilkan manusia-manusia pasif, yang tidak memiliki inisiatif dan kreativitas
c)        Penyediaan format yang digunakan secara lengkap dan detail, dapat juga menjebak. Siswa akan terjerumus ke dalam suasana yang kaku dan mematikan, yang pada akibatnya juga akan mematikan kreativitas.
d)       Menyita waktu dan memerlukan tempat penyimpanan berkas yang memadai, bila jumlah siswa cukup besar.
Oleh karena itu, guru perlu mewaspadai beberapa hambatan tersebut. Apabila kondisi ini dapat diwaspadai dan dihindari, maka penggunaan penilaian portofolio akan bermanfaat sebagai salah satu upaya urtuk meningkatkan mutu pendidikan, sebagaimana yang kita harapkan.


Daftar Pustaka: ekophyseduc.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar